Monday, September 29, 2014

PLN untuk Indonesia


Akhir-akhir ini di beberapa media ramai berbicara masalah proyek  pemerintah  tentang pembangunan PLTU Batang. Adu jotos aktivis lingkungan  dan beberapa elemen masyarakat terjadi dengan pemerintah. Bagaimana para aktivis berteriak lantang “food not coal” untuk menghentikan proyek pembangunan PLTU yang konon katanya terbesar seasia tenggara. Pemerintah dibuat pusing termasuk PLN di dalamnya sebagai pengelola PLTU tersebut kelak. Bagaimana tidak proyek PLTU Batang yang merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) pertama yang dilaksanakan sesuai Perpres No.67 Tahun 2005 (Tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyedian Infrastruktur), serta salah satu proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) dan juga merupakan model showcase KPS yang telah dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun 2010 terancam macet di tengah perjalanannya.
Para aktivis lingkungan begitu bersemangat berteriak bagaimana  jika PLTU itu berdiri tidak hanya menggusur lahan pertanian yang subur, tapi juga kawasan konservasi laut daerah yang penting bagi sumber ikan dan pangan laut terancam rusak. Sedangkan pemerintah tetap pada rencananya  untuk mewujudkan proyek MP3EI nya demi pertumbuhan ekonomi dan menciptkan pasokan listrik untuk Jawa-Bali yang akan mengalami krisis di tahun 2017 mendatang.
Entahlah, sejak dulu masyrakat tidak pernah akur dengan pemerintah, bagai dua sisi koin tak pernah sama akan sudut pandang. Tapi bukankah bisa berhamoni berjalan beriringan karena kita satu kesatuan dalam satu koin. Awalnya pun aku terlalu kritis akan pemerintah atau bahkan mungkin apatis. Proyek-proyek yang pemerintahjalankan bagi aku hanya akal-akalan yang punya kuasa untuk mendapat fee akan proyek-proyek mereka. Namun betapa naifnya aku jika mengingkari bahwa proyek-proyek yang telah berdiri begitu bermanfaat untuk orang banyak.
Mengambil contoh permasalah PLTU Batang, menurutku baik pemerintah termasuk PLN sebagai pemangku kepentingan perlu memberikan pemahaman yang baik kepada para penentang yang mungkin masih apatis atas pembangunan PLTU tersebut, beri penjelasan  kepada masyarakat jika memang proyek tersebut sudahlah tepat, dimana dibangun di tanah pertanian yang subur. Saya pun agak tergelitik sebagai awam, bagaimana pemerintah bisa menggembor-gemborkan ketahanan pangan, sedangkan lahan pertanian yang kian menipis akan makin berkurang jumlahnya jika PLTU itu berdiri nantinya. Bagaimana juga program pemerintah yang telah telah tertuang dalam undang-undang dan Peraturan Presiden tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) diingkari oleh pemerintah itu sendiri.
Mungkin Pemerintah dan PT. PLN punya jawaban dan telah melakukan berbagai pertimbangan sehingga bisa terwujudnya proyek ini, dan mungkin itu yang kurang dari kami, data-data yang pemerintah punya untuk bisa dijelaskan kepada kami sehingga kami mengerti dan dapat mendukung berjalan beriringan bersama pemerintah dan PT. PLN dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Dari kasus diatas saya hanya bisa memberi kesimpulan dan mungkin beberapa ide masukkan bagi PLN yaitu :
Ø  PT. PLN harus dapat lebih maksimal untuk dapat memberikan penyuluhan/pemahaman kepada masyarakat demi terciptanya harmoni antara hubungan PT. PLN dengan masyarakat sehingga menunjang keberhasilan kegiatan PT. PLN sesuai dengan Visi PT.PLN itu sendiri salah satu caranya dengan mengadakan event-event/Diskusi yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga mengajak masyarakat untuk sama-sama berperan aktif dalam kegiatan PLN sehingga dapat memberi manfaat untuk semua dan mungkin ini telah tertuang dalam program bina lingkungan PLN yaitu Community Relations.
Ø  Selain harmoni dengan masyarakat, hubungan dengan lingkungan pun begitu penting, seperti kasus PLTU Batang yang jadi sorotan adalah tentang akan jadi apa lingkungan. Walau disebutkan dalam Misi PT PLN yaitu berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui pelestarian alam, mungkin masyarakat pada umumnya butuh tindakan kongkret PT PLN atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Kalaupun memang ada yang PT PLN telah lakukan untuk kelestarian lingkungan, ada baiknya PLN dapat menginformasikan kepada masyarakat luas tentang hal tersebut. Cara termudah dan efektif adalah dengan menginformasikan kepada masyarakat melalui media social secara aktif.
Ø  Mengajak para pemuda dengan semangatnya untuk bersama-sama membangun Indonesia khususnya di bidang energi yang di bawahi PLN. Salah satu caranya mungkin dengan mengadakan Even/Lomba Energy Inovasi yang tentunya dapat menciptakan energy baru yang ramah lingkungan serta mudah untuk diimplementasikan dalam waktu secepatnya.  Sehingga tak ada lagi istilah bahwa tekhnologi tak bisa berjalan serasi dengan alam.
Ø  Berbicara tenang energy baru yang terbarukan serta ramah lingkungan, kita tau saat  ini berbagai macam inoovasi telah dilakukan, diantaranya adalah Pembangkit Listrik Tenagan Angin/Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sebagaianya. Aku mempunyai idea tau mungkin tepatnya imajinasi, bagaimana jika kita mempunyai pembangkit listrik tenaga gerak di kota. Mungkin di desa/daerah sudah ada model seperti itu dengan bantuan air atau angin untuk menggerakan turbin-turbin yang menghasilkan energy listrik. Dan hal itu cukup mudah untuk diimplementasikan di desa melihat lingkungan yang mendukung dengan melimpahnya sumber daya air dan lahan luas untuk membangun kincir-kincir angin. Sedangkan di kota?.
Mengambil konsep seperti halnya pembangkit listrik tenaga air/angin, saya berpikir apakah bisa kita menciptakan listrik dari gerakan laju kendaraan bermotor yang begitu melimpah di kota !, dengan sistem kerja ketika roda kendaraan berputar di aspal jalan akan memicu sebuah alat khusus yang dipasang di ruas jalan tertentu dan  sudah didesain untuk dapat menggerakkan dinamo yang telah terhubung dan dapat menciptakan energy listrik. Sehingga dari energy bahan bakar yang terbuang dari kendaraan bermotor dapat dimanfaatkan menjadi energy listrik .
Agak sulit aku menjelaskannya, namun semoga PLN atau pembaca paham maksud pemikiranku ini, sehingga jika memang ideku ini dapat direalisasikan semoga menjadi  inovasi baru yang efektif dan efisien, tidak hanya dapat menciptakan alternative energi baru, namun juga energi yang murah sehingga masyarakat sebagai pengguna dapat menikmati dan memanfaatkan listrik dengan harga yang tidak mencekik.
Dan terakhir semoga PT. PLN dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya dari segala aspek, terus berinovasi dan berbuat untuk negeri. salam blog

Referensi :
Green Peace Indonesia. “Tolak Pembangunan PLTU Batang”. 24 September 2014. https://www.facebook.com/GreenpeaceIndonesia?fref=ts
Dani Jumaidil Akhir. “Pln siap lanjutkan pembebasan lahan PLTU Batang”. 24 September 2014. http://economy.okezone.com/read/2014/08/07/20/1021358/pln-siap-lanjutkan-pembebasan-lahan-pltu-batang
Surya. “Pemerintah tetap tegaskan PLTU Batang tetap jalan terus”. 24 September 2014. http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/08/11/pemerintah-kembali-tegaskan-pltu-batang-tetap-jalan-terus
Fatturachman. “magnit tetap jadi sumber energi baru terbarukan”. 24 September 2014. http://energibarudanterbarukan.blogspot.com/
PLN. “Tentang Perusahaan Listrik Negara (PLN)”. 24 September 2014. http://www.pln.co.id/