Wednesday, February 27, 2013
batik cinta kita
indonesia negeriku.negeri dengan keragaman sukunya menghasilkan budaya yang begitu kaya.bisa di bilang negeriku adalah surganya budaya.dengan geografis daerah yang berbeda-beda serta latar belakang sejarah para leluhur menimbulkan budaya berbeda daerah satu dan yang lainnya.dan itu semua membuat indonesia benar-benar kaya akan budaya.mulai dari kulinernya,tarian,alat musik,nyanyian,ritual-ritual tertentu sampai baju adat nya.
budaya itu terus bertahan seiring perkembangan zaman,berpuluh-puluh tahun bahkan baratus tahun lamanya tak tergilas oleh zaman.namun ujian berat datang pada saat ini,zaman tekhnologi yang serba cepat.makanan siap saji yang cepat,kendaran yang makin cepat sampai budaya luar yang masuk dengan cepat dan cepat pula di adaptasi oleh para penerus dan pewaris bangsa.dan sadar atau tidak sadar serbuan budaya luar membuat budaya kita sendiri mulai terkikis dan terancam tak mampu bertahan karena tak ada generasi penerusnya.oh maaf bukan tak ada generasi penerus tapi tak ada yang mau atau bahkan malu untuk mewarisinya.
kita tahu bebrapa tahun belakangan ini santer terdengar pemberitaan yang cukup membuat kuping kita panas.bagaimana negara tetangga mengklaim beberapa budaya negara kita.kita pun tak terima.kitapun marah.dan kitapun sadar bahwa kita memiliki budaya itu.dan ironinya adalah kita kembali mengabaiakan budaya itu ketika tak lagi ada yang mengklaim budaya kita.kembali ke rutinitas sebelumnya kembali menghadap kiblat budaya keluar dan dengan bangganya kita lestarikan sedangkan budaya kita makin keropos di makan waktu.
ada satu kejadian menarik yang pernah ku alami ketika di kampus beberapa waktu lalu.ceritanya ketika aku mencoba menggunakan batik saat kekampus.entah apa yang terlintas pada saat itu yang jelas saat itu aku ingin menggunakan batik.ya aku melihat ada baju batik yang telah lama ku beli dan teronggok tak terpakai di lemari pakaian.baju batik pertama kenangan dari jogja yang ku beli dengan harga murah meriah hanya Rp.15,000 dan kusula pmenjadi blazer agar terlihat lebih modis.
singkat cerita akupun pergi kekampus menggunakan batik tersebut.dengan menunggangi vespa kesayangan kususuri jalan kota bekasi.cukup lenggang jalanan hari itu.kunikmati semilir angin yang ramah menerpa wajahku.damainya hari ini.beberapa kali di jalan ku berpapasan dengan pengendara vespa lain dan saling menyapa karena memang itu sudah jadi tradisi lama yang sudah melekat lama di antara para pengguna vespa lain nya,hal biasa menurutku.justru yang kurasa heran adalah ketika seorang bapak mengendarai motor bebek menegurku dengan klaksonnya dan melempar senyum ke arahku.aku pun membalasnya.bapak itupun berkata " batiknya bagus de,duluan ya" bapak itu pun mendahului kecepatan laju vespaku yang kubawa pelan.wow aku begitu heran saat itu.biasanya kalau sedang di jalan orang-orang menyapa itu karena vespaku.tapi kali ini berbeda,bapak itu menyapaku karena batik yang ku pakai.dan aku masih heran akan hal itu.
sampai di kampus memasuki gerbang kampus,berseliweran para mahasiswa.ada yang dari tempat fotokopi,dari warung dan sebagainya.aku pun merasa jadi pusat perhatian dengan penampilan yang cukup berbeda.karena hanya dengan tiap hari aku membawa vespa kesayangankupun sudah jadi perhatian.di tambah lagi dengan batik yang kupakai.ya memang batik begitu cukup familiar di masyarakat kita.tapi memakai batik itu kesannya hanya di pakai saat-saat formal seperti pada saat acara pernikahan atau pun di perkantoran pada hari-hari tertentu.jarang sekali orang memakai batik untuk keseharian apalagi di pakai oleh anak muda.maka dari itu sangat wajar kalau pada saat itu aku cukup jadi pusat perhatian.ya walaupun sebenarnya jadi pusat perhatian itu merisihkan bagiku.
di tempat parkir seorang teman menyapaku,ya teman baikku.
" penampilan baru nih?"
" hehe yoi cuy "
" tumben lu pakai batik"
" tau nih ane keserupun jin apa jadi pengen pake batik"
" tapi keren cuy batik lu,mau lah gue beli kayak gitu "
" ya gue sih beli nih batik di jogja dulu,bukan batik kualitas bagus sih ini mah.harganya murah"
" ya gak apa-apa mau murah atau mahal yang pentingkan batik.budaya kita orang indonesia"
" betul kawan,nyo sambil jalan ke kelas "
aku dan aris sahabatku berjalan menuju kelas,di tengah jalan beberapa mahasiswa memperhatikanku hingga saat itu seorang mahasiswa yang masih satu kelas denganku menegur.
" beuh pakai baju batik kayak dalang aja,blangkonnya mana hahaha"
mahasiswa itu mengejekku di amini teman-teman di sekitarnya.
aris yang mudah tersulut emosinya langsung menimpali mengejek balik,
" daripada elu penampilan kaya artis luar negeri,norak lu gak punya jati diri"
" hahaha biarin keren,gaul daripada jadul kampungan kayak temen lu " aris makin panas mendengar kata-katanya,tangan aris coba ku tarik untuk membiarkannya mengoceh tapi aris melepaskannya dan kembali berdebat beradu argument,hal ini membuat kami jadi pusat perhatian mahasiswa yang mulai mengerubungi.aris masih berdebat tak mau kalah,wataknya memang keras kepala.
" alah lu sok-sok an cinta budaya indonesia.kalo elu emang cinta mending lu dandan kayak ondel-ondel.kan budaya kita tuh.hahaha"
perkataan itu membuatku terpancing.aris sudah mengepal keras tangannya.gue menggenggam pundak aris coba meredam emosinya.
" elu punya ktp ga? " gue angkat bicara
" punya,emang kenapa? ngefans lu mau foto ktp gue.hahaha"
" bisa gue liat?!"
" ngapai lu liat-liat ktp gue! kagak mau gue"
" oh berarti dugaan gue bener lu imigran gelap dari negara tetangga "
" eh sial lu,jangan sembarangan ngomong.gue orang indonesia asli "
" masa? gue yakin.buktinya lu ga bisa tunjukin ktp lu " orang itu diam sejenak dan akhirnya mengambil dompet dan mengeluarkan ktp nya."
" oh jadi lu kelahiran pekalongan "
" kenapa emang kalau gue lahir di pekalongan!" tangan kasar mengambil ktp yang ada di peganganku.
" elu tau pekalongan terkenal sebagai kota apa? "
" ya tau lah anak sd juga tau.pekalongan itu kota batik "
" terus kenapa elu menghina batik,padahal elu lahir dan mungkin besar di sana"mahasiswa itu terdiam.aku kembali melanjutkan perkataan ku.
" ya kalo elu emang masih mau ngehina batik atau budaya indonesia lainnya mending elu bikin paspor pindah ke negara lain pindah kewarganegaraan,atau gak lu harusnya request sama orang tua lu biar elu lahirnya jangan di pekalongan.tapi di luar negeri sono yang ada saljunya.biar elu jadi orang bule sekalian,jadi orang keren"perkataanku jelas membuatnya skak mat,terdiam dan tertunduk dalam.
setelah kejadian itu aku makin sadar betapa berharganya budaya yang kita miliki.dan aku mulai belajar untuk mengetahui lebih banyak budaya negeriku dan berusaha untuk mencintainya.
batik memang cukup populer.bahkan sudah go internasional banyak tokoh-tokoh dunia yang pernah terlihat menggunakan batik indonesia.namun sayangnya untuk go nasional batik masih kurang membanggakan.kadang aku malu melihat di tv orang luar dengan antusiasnya belajar membatik.menggunakan canting untuk menuliskan pola di atas kain dengan cairan malam ( lilin ) yang nantinya akan terukir indah.
batik kini begitu mudah kita dapatkan.kita bisa belanja batik via online,salah satu toko batik online ada di www.berbatik.com bahkan di beberapa mall kini telah banyak butik batik,toko batik berdiri.produksi batik pun kini makin variatif tak hanya sekedar berupa baju bahkan plester untuk luka pun ada yang bermotif batik.banyak pengusaha-pengusaha juga melirik bidang batik untuk berbisnis,melestarikan budaya kita sambil meraup untung dan menyediakan lapangan kerja.batik sekarang berkembang pesat.namun perkembangannya tak sebanding dengan para kaum muda yang masih minim untuk mencintai batik.jadi untuk para kaum muda mari kita berbatik.kita lah para pewaris.pewaris budaya ini.dan jangan pernah membiarkan budaya kita punah di makan zaman.biarkan anak cucu kita juga dapat merasakan budaya kita nantinya.ayo kita kenali dan cintai budaya kita sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)