Sunday, March 25, 2012

bagai buah simalakam,..

bagai memakan buah simalakama,begitulah kadang hidup.ketika sebuah pilihan nyatanya begitu pahit,karena pilihan yang tersedia hanya kepahitan.sulit menemukan solusi dalam situasi seperti itu. tadi sore ane nonton berita tentang penambang pasir liar di sungai berantas,jawa timur.yang mana para penambang pasir itu merusak ekosistem di sungai dan bahkan mengganggu kesejahteraan petani. kenapa begitu?? ya karena penambangan pasir liar secara besar-besaran tersebut berdampak pada bertambahnya kedalaman sungai,permukaan air sungai menurun,sehingga air sungai berantas yang di manfaatkan para petani untuk mengairi sawah tak lagi mengalir ke tanggul irigasi untuk mengairi sawah. dan dampaknya signifikan.ketika petani biasanya setahun mampu memanen sebanyak 3 kali.kini hanya mampu memanen sebanyak 2 kali saja dalam setahun. dalam wawancara seorang buruh tani mengatakan hal itu.penghasilannya menggarap sawah orang lain hanya 10 persen dari hasil panen yang ada,dan jika di uangkan 10 persen dari hasil panen tersebut hanya sekitar 1,4 juta rupiah saja.jika di hitung penghasilan buruh tani dalam setahun dengan hasil panen yang hanya 2x dalam setahun berarti buruh tani itu hanya mendapatkan 2,8 juta rupiah dalam setahun,atau hanya 250 ribu rupiah,dan hitungannya hanya 10 ribu rupiah dalam sehari untuk kerja kerasnya,..sungguh kenyataan yang bertentangan dengan omongan pemerintah yang menyatakan bahwa kemiskinan berkurang dan kesejahteraan masyarakat bertambah..
lain halnya buruh tani. para penambang buruh liar pun tak punya pilihan lain untuk bekerja.mereka paham betul apa yang mereka lakukan merugikan orang lain dan juga lingkungan.tapi perut mereka tak mampu berpikir,perut mereka selalu berteriak perih minta di isi.hanya otot yang mampu mereka andalkan,di mana ada tenaga yang membutuhkan otot,di situlah mereka berkecimpung selama pekerjaan itu halal walaupun merugikan orang lain.mereka mencoba mengais nasi di antara pekatnya pasir sungai berantas.seorang lelaki tua berumur 54 tahun ikut andil menjadi buruh penambang pasir.ototnya yang legam tersiram teriknya matahari sigap menahan keranjang pasir yang di taruh di atas kepalanya,raut wajahnya kian berkerut,memancarkan lelah yang teramat akan hidup.upah buruh tambang pasir memang kecil,hanya cukup untuk makan saja,namun sebisa mungkin lelaki tua itu menyisihkannya untuk di tabung sekedar membelikan oleh-oleh buat cucunya di purworejo.seandainya hidup memberikan pilihan yang lebih baik ia lebih ingin memilih duduk di kursi reot depan rumahnya menikmati sore yang tenggelam di temani cucunya,mengajar mengaji cucunya selepas shalat maghrib di musholla.tapi hidup memang tak selalu memberikan pilihan terbaik yang kita inginkan.cukuplah bersabar dan bersyukur akan hidup yang telah di berikan Allah swt.sepahit apapun hidup. hidup memang penuh pertanyaan!!banyak hal yang ga pernah kita mengerti,tapi waktu akan menjawab dan membuat kita mengerti makna hidup ini..

Thursday, March 22, 2012

new blog and lets begin

wow wow,..ternyata blog lama ane terdeteksi sebagai spam dan hasilnya di non aktifkan ama pihak google,..ckckc kecewa cukup,..padahal tulisan ane kagak nyampah-nyampah banget,..terpaksa dah buat baru blog lagi,biar terdorong buat nulis lagi walaupun kagak ada yang view tulisan sampah ane,hehe..tulisan pertama ane di blog ane yang baru ini ngangkat tema yang lagi panas nih gan,..masalah rencana pemerintah yang mau naekin harga pokok bahan bakar minyak yang pastinya berdampak pada banyak aspek.
di antaranya tukang ojek payung yang menaikkan tarif argo jasanya lantaran buat ngisi perut makin bikin perih perut dengan harga makanan yang melambung,.lah napa harga makanan melambung karena pengusaha warteg naekin harga jual,..lah terus napa tukang warteg matok harga gede amat??mau naek haji tuh tukang warteg??,..bukan masalah mau naek haji atau kagak,..semua orang juga mau naek haji,.masalahnya harga bahan baku pembuatan tempe orek,teri kacang,semur jengkol,sambel terasi pada naek,blom lagi tarif dasar listrik naek,.cukup panjang lebarnyanya jadi masalahnya dimana nih???..yang jadi masalahnya ada di harga bbm yang mau naek ntu...beuh terus napa harga bbm naek mulu?? keder ane,..dan pemerintah ngemengnya subsidi untuk bbm yang di keluarkan pemerintah itu sudah terlampau tinggi,..jadi harus di naekkin..bener begitu kagak sih??? dan ternyata ga begitu juga,..ane baca artikel dan di situ di sebutin bahwa artikel tersebut di tulis oleh kwik kian gie seorang ahli ekonom dan politikus senior indonesia bahwa sebenarnya subsidi bbm itu non sense,bull shit,.publik indonesia telah di bohongi oleh pemerintah,..lah kok gtu??kok bisa?? nih itungan nya menurut kwik kian gie Sesungguhnya biaya produksi minyak dari menggali minyak, kilang, hingga distribusi ke Pom Bensin menurut KKG adalah US$ 10/brl. Ada baiknya kita naikan saja jadi US$ 15/brl untuk memberi keuntungan bagi pendukung Neoliberalisme yang mengatakan Subsidi BBM itu ada. Itu sudah termasuk keuntungan yang cukup besar bagi para operator dan distributor. Taruhlah rate 1 US$ = Rp 10.000 dan 1 barrel = 159 liter. Jika harga minyak Rp 4.500/liter, artinya Rp 715.500/brl atau US$ 71/brl. Jadi dengan biaya produksi hanya US$ 15/brl dan harga jual US$ 71/brl, sebetulnya pemerintah untung US$ 56/brl. Bayangkan jika produksi BBM kita 1 tahun 350 juta barel. Pemerintah untung US$ 19,6 milyar atau Rp 196 trilyun/tahun. Itu kalau pakai harga “Subsidi” Rp 4.500/liter. Kalau pakai harga Pertamax yang Rp 9000/liter, pemerintah untung Rp 392 trilyun/tahun. baca lebih lengkap di http://agusnizami.wordpress.com/2012/03/21/kwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong/ jadi ya kita bisa menyimpulkan sendirilah,...